Suara Warga
Surat dari Warga Ambunu
2 Desember 2025
Saya adalah salah satu dari lima warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, yang mengalami kriminalisasi. Saya berasal dari wilayah lingkar kawasan industri nikel yang dilaporkan oleh kawasan industri nikel, dengan tuduhan menghalangi fungsi jalan di wilayah kawasan industri.
Warga Ambunu Sulawesi Tengah

Saya adalah salah satu dari lima warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, yang mengalami kriminalisasi. Saya berasal dari wilayah lingkar kawasan industri nikel yang dilaporkan oleh kawasan industri nikel, dengan tuduhan menghalangi fungsi jalan di wilayah kawasan industri. Padahal aksi yang saya lakukan bersama dengan warga Desa Ambunu lainnya adalah aksi damai untuk menuntut hak-hak kami.
Bagi kami, warga Desa Ambunu, kehadiran kawasan industri nikel di Ambunu hanya membuat cemas dan khawatir. Perusahaan ini hadir sejak 2022 yang ditandai dengan pembangunan infrastruktur di antaranya gudang, pabrik smelter, mess, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), hingga melakukan reklamasi pantai untuk membangun jetty atau dermaga bongkar muat privat yang dikelola kawasan industri.
Saat ini, kami yang hidup di Ambunu telah kehilangan ruang hidup yang sehat, bersih, dan layak untuk ditinggali. Sampah berserakan di sudut-sudut jalan, area pemukiman warga yang semakin kumuh. Begitu pula dengan seluruh wilayah perairan, baik sungai maupun laut, yang telah tercemar. Ini berdampak pada nasib sebagian besar warga yang berprofesi sebagai nelayan dan petani.
Kami yang berprofesi sebagai nelayan sudah sangat sulit mendapatkan ikan di laut, sedangkan kami yang berprofesi sebagai petani sudah kehilangan lahan untuk dikelola. Praktis, kami kehilangan dua hal sekaligus akibat kerusakan ruang hidup Ambunu, yaitu kehilangan sumber pangan sekaligus sumber penghasilan. Menghidangkan ikan di atas meja makan untuk memenuhi piring makan terasa sulit bagi kami akhir-akhir ini.
Kami juga harus menghirup debu dan asap dari cerobong-cerobong pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik smelter, tanpa jeda. Sehingga setiap tarikan napas menjadi kian berat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2024, menurut keterangan Puskesmas Bungku Barat di Desa Wosu, terdapat sekitar 1.400 kasus ISPA yang menimpa warga Bungku Barat. Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak dan perempuan. Kami semakin frustasi karena harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri yang cukup besar untuk biaya pengobatan.
Saya berharap pemerintah mendengarkan tuntutan kami atas kerusakan lingkungan yang begitu luas terjadi. Saya berharap warga Ambunu tidak kehilangan hak bersuara dan tidak mengalami tindakan represif apalagi sampai harus berurusan dengan aparat penegak hukum saat kami sedang memperjuangkan hak-hak kami. Kami juga menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas segala masalah yang ditimbulkan yang merugikan masyarakat.
Hormat kami,
Warga Ambunu.